Diawali dari saat berkenalan. Seseorang yang awalnya begitu asing untuk kita, hadir di depan mata. BErdebar-debar, saat setiap pertanyaan kita terjawab. Seseorang yang mulanya asing perlahan terungkap. Dada ini masih berdebar, akankah yang di depan mata inilah jawaban dari segala doa? Tapi, kenapa ada saja ketidaksamaan dengan harapan? Ah.. tapi adakah manusia yang sempurna? Kita saja dimatanya mungkin juga jauuh dari sempurna.
Akhirnya habis sudah bahan pertanyaan. Tapi, akankah yang di depan ini? Kekasih hati yang akan mendampingi nanti? KEnapa, keyakinan itu tidak begitu saja datang seperti kata orang?
Setelah sujud-sujud panjang istikharah, subhanallah.. tiba-tiba keyakinan itu hadir. Mungkin tak sekaya abu bakar, sekalem Utsman, segagah umar, setampan nabi yusuf, atau sesempurna Rasulullah. Wah, jauh! tapi bukankah justru ada kita yang menyempurnakannya? maisyah bisa dicari, ketampanan tiada hakiki, yang penting jadi istri (yang berusaha) shalihah yang setia mendampingi. Insya Allah..
Yup! bismillah.. Ya Allah, hanya karena Mu kami bertemu, dan berpisah juga karena Mu..
Keajaiban pertama
Aneh! Orang asing ini kini duduk di sampingku! Padahal sebelumnya memandang pun tak berani! Aih Aih…
Inikah nanti seseorang yang akan bersamaku sepanjang hari? Susah bersama? senang juga bersama?
Padahal sebelumnya kukira cinta sejati itu tidak ada. tapi mengapa sekarang jantung ini rasanya berdebar-debar tak karuan? Apakah orang di sampingku ini juga merasakan hal yang sama? Kenapa dia terlihat santai sekali?
Tapi tiba-tiba bisikan lembut itu berkata, “Tenang Dik, Saya juga tegang kok. Adik nyantai aja..”
Lhoh, kok dia bisa tahu?
Subhanallah,, ternyata semua itu nyata. Seorang yang kita cintai membalas cinta itu. Saat merindukannya, ia juga berkata merasakan hal yang sama. Saat sedih, ia menyediakan bahu untuk bersandar. Saat ingin berkeluh kesah, ia dengan setia mendengarkan. Saat butuh solusi di setiap masalah, ia berikan solusi sesuai logika.
Saat Allah limpahkan rizkiNya, ia berkata, “Dik,terima kasih doanya..” Saat sempit ia berkata, “Sabar ya Dik, ada Allah bersama kita..”
Maha Suci Engkau Ya Rabbi..
Keajaiban kedua
Subhanallah, Saat ini, ada kehidupan yang sedang terjadi di dalam tubuh ini! Sebuah kehidupan baru yang akan hadir mengisi hari. Yang semula tidak ada, sebentar lagi akan ada! Telah sempurnalah diri ini tercipta sebagai wanita!
Bagaimana wajahnya nanti ya? mirip siapa ya? laki-laki atau perempuan ya? Ah, tidak masalah, kesehatannya lebih utama..
Hari demi hari terasa menakjubkan saat menanti kehadiran seseorang yang dinanti. Gerakan-gerakan kecilnya yang terasa begitu indah. Ajaib! Seolah tak percaya, ada kehidupan di dalam sini! Dzikir dan sholawat tak henti-hentinya mengiringi setiap doa. Banyak harapan kami padamu wahai sayangku, cintaku..
Keajaiban ketiga
Allahu Akbar!! wajar saja jika ini disebut jihadnya para wanita! Masya Allah sakitnya..
Sempat terfikir untuk menyerah, toh Allah menjanjikan surga. Tapi genggaman erat di tangan dan bisikan di telinga itu begitu menentramkan. Ia berkata, “Kuatlah, sebut nama Allah, kuatlah, untuk anak kita..,” dan seolah kekuatan yang luar biasa itu muncul dengan tiba-tiba.
Akhirnya, tangisan keras itu terdengar bersamaan dengan takbir terakhir. BAgaikan alunan merdu yang tak terkalahkan oleh apapun. Selamat datang ke dunia anakku.. Tak tahukah kau betapa lamanya kami menanti kehadiranmu?
Oci Says:
Hehehe..
ini cuman inspirasi tengah malam..
Pas ngga tau kenapa,
hati ini tiba2 merindukan seseorang,
seseorang yang bener2 belum kukenal
(Eits!Jangan Diketawain!)